Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label PKS Keringat Bersama Demokrat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS Keringat Bersama Demokrat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Tifatul : PKS sudah "BERKERINGAT" Bersama Demokrat !!

Post by : SAFA


Tifatul Sembiring selaku Mentri Komunikasi dan Informatika yang juga Politisi PKS ( Partai Kesejahteraan Rakyat ) sudah mulai meras gerah dengan pemberitaan akan Partainya dengan koalisi Partai lainnya untuk belakangan ini. Secara tersirat, Tifatul mengungapkan supaya koalisi Partai-Partai pendukung Pemerintah tidak pecah dan langgeng seterusnya.

Tifatul juga mengigatkan kembali bahwa Partai PKS itu selama ini cukup loyal dengan Pemerintah. Dia menilai bahwa Partai PKS sudah berkeringat terhadap Partai Demokrat sejak Pemilu tahun 2009 silam. Dia malah mengatakan dengan mengistimewahkan perkataannya dengan mengucap kata garis bawahai bahwa PKS jangan disamakan dengan Partai Golkar yang datang belakangan di beri hadiah. Kami Partai PKS sudah berkeringat dari awal, bahkan sudah dari tahun 2004 kami sudah berkoalisi dengan Partai Demokrat. ungkap Tifatul Sabtu 7 April 2012. Seusai peluncuran buku biografinya indosatnya di Jakarta.

Oleh sebab itu, saya berharap persoaln koalisi jangan di sikapi secara emosional. Dia mengatakan bahwa dia berterimakasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang cukup tenang dalam menanggapi persoalan perpecahan di tubuh koalisi. Kalu Presiden sampai emosi, negeri ini akan hancur babak belur. Akan tetapi saya berterimakasih karena SBY tidak meledak-ledak, ucap "Tifatul".

Mantan Presiden PKS itu menilai bahwasanya isu pecahnya koalisi adalah ujian yang di hadapi bersama. Kata Tifatul di dalam rapat-rapat Partai PKS. Sudah di ingatkan berkali-kali agar kita tidak terpengaruh oleh provokasi. Yang mengatakan ramai sekarang ini adalah orang-orang yang tidak terlibat bukan yang terlibat. Saya terlibat langsung, karena pada saat tanda tangan koalisi itu saya masi Presiden PKS.

Retaknya koalisi Partai PKS  dengan koalisi Partai pendukung Pemerintah adalah di mula dari pada saat Partai PKS bertentangan serta menolak kebijakan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Sikap itu di nilai melanggar kesepakatan koalisi kesepakatan akan tata etika. D dalam poin kelima,anggota koalisi yang tidak sepakat dengan kebijakan strategis Pemerintah dianggap mengundurkan diri dari koalisi. "Manakalah parpol yang bersangkutan tidak mengundurkan diri, pada hakikatnya, kebersamaannya terhadapa koalisi Partai telah berakhir. Demikian poin kelima dari kesepakatan koalisi.

Terimakasih SAFA ucapkan. Jangan lupa komentar ya agan. Biar SAFA tau untuk memposting info yang baru dan diskusilah agar kita bisa sharing pendapat..

forumkitabersama-indonesiaku.blogspot.com

Sumber : klik disini