Social Icons

Pages

Kamis, 05 April 2012

Mau Jadi Dosen Bahasa Indonesia di Australia Bergaji Rp 1 Miliar

Post by : SAFA

Mau mendapat uang Rp 1 miliar pertahun ?. Hanya dengan datang, beri, pulang. Disini tempatnya, yaitu Australia. Jika Anda memilki kualifikasi doktor dan humaniora atau ilmu sosial berkenaan Bahasa Indonesia. Silakan Anda untuk melamar menjadi dosen Bahasa Indonesia di Universitas New South Wales dimana Akademik Pertahanan Australia di Canberra (UNSW@ADFA).

Pendaftaran di buka mulai sekarang sampai dengan tutupnya adalah tanggal 23 April mendatang., calon yang akan diterima akan mulai mengajar pada 2 Juli 2012. Untuk gaji yang di tawarkan disana adalah sekitar dari 80 ribu hingga 100 ribi dollar Australia ( dimana sekitar Rp 800 juta sampai Rp 1 Miliar ).

Menurut laporan koresponden atau info yang di dapat dari Kompas Australia, L. Sastra Wijaya, yaitu posisi pengajar penuh waktu ini akan mengajar Bahasa Indonesia dan melakukan penelitian dalam Bahasa Indonesia, dan studi mengenai Indonesia di Universitas tersebut. UNSW@ADFA ini adalah sebuah sekolah yang berkedudukan di Canberra. wauwww.....

Untuk informasi selengkapnya, mereka memberikan situs terkait yaitu http://hr.unsw.adfa.edu.au/employment/index.html, jadi jika agan emang perlu informasi lebih jelas tentang Universitas tersebut. Agan tinggal masuk kesitus tersebut..

Ini menjadi peluang besar untuk para dosen serta para warga Indonesia yang senang dengan pelajaran Bahasa Indonesia dan mendapat penghasilan yang lebih di bandingkan di Indonesia yang tidak terlalu ada perhatian dari pemerintahnya. Tapi saya tidak bermaksud untuk memaksan Anda ya. SAFA hanya berbagi informasi yang SAFA ketahui dan menuangkannya di blog SAFA.

Guru Bahasa Indonesia di butuhkan di Australia di karenakan belajar Bahasa Indonesia di Australi itu menurun. Menurut seorang ahli masalah dari Indonesia, Greta-Nabbs baru-baru ini. Padahal menurut Nabbs Keller, bahwa sebenarnya mengetahui Bahasa Indonesia itu sangat penting bagi keamanan Nasional Australia.

Kemudian laporan dari David Hill dari Murdoch University di Perth, bulan Maret lalu. Dimana turunya minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia di Universitas di Australi turun 40% dalam 10 tahun antara 2001-2010. Walau dimana dalam satu dua tahun menunjukkan peningkatan.

Untuk sekarang ini pihak keamanan Australia mengalami kekurangan staff yang bisa berbahasa Indonesia dengan baik serta berkurangnya pemahaman mengenai masyarakat Indonesia. Itu dikarenakan semakin sedikit warga Australia yang belajar di Indonesia dan berinteraksi dengan warga Indonesia, ujar Nabbs Keller.

Nabbs mengatakan bahwa pengetabuan tentang bahasa Indonesia sangat penting, dikarenakan semakin maraknya dan meningkatnya angka teroris dan bencana alam. Dimana sebagai contoh nyatanya adalah peristiwa bom Bali tahun 2002 dan penggerebekan terhadap warga Indonesia di Perth, Sydney dan Melbourne, Dimana Dinas keamanan Australia mengandalkan pihak luar untuk menganalisa data intelijen yang tersita. Dalam hal tersebut, tidak ada satupun ahli berbahasa Indonesia di Dinas keamanan mereka " Nabbs Keller".

Terimakasih SAFA ucapkan.Jangan lupa untuk tinggalkan komentar ya agan. Biar SAFA tau untuk memposting info baru dan diskusilah agar kita bisa sharing pendapat.

forumkitabersama-indonesiaku.blogspot.com

Sumber : klik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Setelah membaca dan mengambil informasi. Anda disarankan untuk mengkritik blog ini. Kritikan Anda adalah motivasi SAFA Forum...

SAFA Forum tidak menerima yang berbentuk spam,
Anda sopan SAFA FOrum segan...
Silahkan mulaiii....