Post by : SAFA
Syahrul Akmal Ltif, pengamat hukum dan politik Universitas Riau mengatakan dan menghimbau masyarakat untuk mewaspadai akan pengalihan isu dan politisasi. Dimana pada saat terjadinya penamparan terhadap Wamenkumham Denny Indrayana. Dia mengindikasikan bahwa isu penamparan itu adalah sebagai unsur kesengajahan oleh pihak-pihak yang tidak senang terhadap Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), yaitu Denny Indrayana atas upayanya untuk menegakkan hukum, ujar Syahrul di Pekanbaru, Jumat 6 April 2012.
Selain daripada itu. Syahrul mengatakan lagi, dimana ini semua ada sebagai salah satu politisasi terhadap masyarakat atas ketidaksenangan pihak lain terhadap kepemimpinan dan komitmen Wamenhumkam dalam meberantas narkotika dan serta obat-obatan terlarang (NARKOBA ) di dalam Tanah Air kita ini.
Dalam hal ini. Ada satu hal yang harus di pahami, yaitu gebrakan-gebrakan yang di lakukan oleh Wamenhumkam terhadap permasalahan-permasalahan, guna dalam pemberantasan narkoba cukup amat sangat menyudutkan banyak pihak. Salah satu dari pihak tersebut adalah DitJen Lapas ( Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan ) serta Lembaga perpanjanagan tangan Kementrian Hukum dan HAM, khususnya di daerah, kata "Syarul".
Hal tersebut dapat di lihat dari cara atau tingkah mereka yang tidak senang dengan Wamenhumham, yakni mereka orang-orang yang tertinggal dalam menjalankan tugasnya di ruang lingkup yang sama untuk menegakkan HUKUM.Menurut dari Syahrul, rata-rata sebuah tindakan kriminal itu di dalangi oleh mereka yang tidak memihak kepada kebijakan Hukum yang ada. Hal yang seperti ini yang banyak menimbulkan sebuah kotroversi ditengah kasus seperti yang di lakukan oleh Wamen dan BNN ( Badan Narkotika Nasional ) di Lembaga Pemasyarakatan Pekanbaru, katanya.
Pada sidak Wamen, Denny Indrayana dan petugas BNN senin, 2 April 2012 dinihari tadi di LP kelas dua Pekanbaru, di kabarkan sempat di warnai dengan adanya penamparan serta penendangan terhadap sipir. Beberapa keteragan dari sipir bahwa mereka mendapat perlakuan kasar, yakni mereka adalah DL Sihombing, Sembiring dan Khoiril. Ketiga Sipir tersebut mengatakan dengan ikhlas, dimana mereka tidak akan melaporkan tindakan tersebut kepada pihak yang berwajib
Terimakasih SAFA ucapkan.Jangan lupa untuk tinggalkan komentar ya agan. Biar SAFA tau untuk memposting info baru dan diskusilah agar kita bisa sharing pendapat...
forumkitabersama-indonesiaku.blogspot.com
Sumber : klik disini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Setelah membaca dan mengambil informasi. Anda disarankan untuk mengkritik blog ini. Kritikan Anda adalah motivasi SAFA Forum...
SAFA Forum tidak menerima yang berbentuk spam,
Anda sopan SAFA FOrum segan...
Silahkan mulaiii....